Solung merupakan produk pengembangan pangan lokal Risoles.
video : https://youtu.be/lQtApL5-tVk
Monday, November 30, 2015
Friday, November 20, 2015
Logika Dagang - 16 November 2015
1. Aset (Asset) = adalah segala seuatu yang kita kuasai dan dapat dimanfaatkan
2. Hutang (Liabilities) = segala sesuatu yang harus kta bayar.
3. Harta / Modal ( Capital) = segala sesuatu yang benar-benar milik kita.
Terdapat 3 jenis laporan keungan :
1. Neraca

2. Laba - Rugi
3. Arus kas/ cash flow
- Aset Tetap (Fix Asset) = aset yang tidak bisa dengan mudah dijadikan uang tunai . contoh : gedung, tanah , mobil.
- Aset tidak tetap ( Current Asset) = aset bergerak. aset yang bisa dengan mudah dijadikan uang tunai. contoh : uang tunai, tabungan, segala sesuatu yang bisa dijual dengan cepat (perhiasan)
- Intangible Asset = aset yang tidak kelihatan. Contoh : hak paten, keahlian.
2. Hutang (Liabilities) = segala sesuatu yang harus kta bayar.
- Hutang jangka panjang.
- Hutang jngka pendek : tagihan yang harus segera dibayar.
3. Harta / Modal ( Capital) = segala sesuatu yang benar-benar milik kita.
Terdapat 3 jenis laporan keungan :
1. Neraca
2. Laba - Rugi
- Laba = selisih antara hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi sesuatu (hasil positif)
- Rugi = elisih antara hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi sesuatu (hasil negatif)
- Revenue = hasil penjualan, franchise, hak paten
- Biaya tetap (fix cost) = upah/gaji, sewa gedung, biaya listrik, biaya telepon, biaya perawatan
3. Arus kas/ cash flow
Monday, November 2, 2015
BAHAN TAMBAHAN PANGAN & BISNIS DALAM INDUSTRI PANGAN - 2 NOVEMBER 2015
BAHAN TAMBAHAN PANGAN
Terdapat beberapa jenis bahan tambahan pangan, antara lain adalah :
- Flavor (aroma)
- Rasa
- Warna
- dll
- Flavor (aroma)
Flavor (aroma) merupakan senyawa aromatik yang mudah menguap. Terdapat 2 jenis Flavor (aroma) yaitu alami dan artificial.
- Contoh Flavor (aroma) alami : daun pandan, vanili, kencur, daun salam, jeruk limo, lengkuas, terasi (setengah alami, merupakan hasil fermentasi), dsb.
- Contoh Flavor (aroma) artificial : esens pisang ambil, esens stroberi, esens leci, dsb.
Di Indonesia, Flavor (aroma) digolongkan menjadi 2 bagian yaitu :
- golongan yang tidak boleh digunakan
- golongan yang diizinkan untuk digunakna secara terbatas
BTM Flavor (aroma) tidak mencakup bahan yang memberikan rasa asin (garam), rasa manis (gula) dan rasa asam (cuka).
2. Rasa
Di Indonesia banyak sekali bahan rempah-rempah yang tergolong dalam beberapa jenis BTM. Contohnya adalah sebgai berikut.
- rasa + aroma = kencur, kulit jerut purut, jeruk limo
- rasa + aroma + warna = kunyit, lengkuas
3. Warna
Contoh pewarna alami : hijau -> daun suji, kuning -> kunyit, cokelat -> kluwek, merah -> angkak ( beras yang difermentasi dan berubah menjadi berwarna merah)
Faktor yang harus dipertimbangkan dalam penggunaan BTM :
- Takaran
Penggunakan BTM yang berlebihan akan menyia-nyiakan bahan lainnya. Karena pada akhirnya makanan tersebut tidak dapat dikonsumsi.
- Jenis
BISNIS DALAM INDUSTRI PANGAN
Bahan pangan didapatkan dari sektor pertanian
Dalam paradigma lama terdapat 2 jenis pengembangan :
- Pengembangan onside (cth : perkebunan mangga, ternak kambing, dll)
- Pengembangan offside ( cth : ternak sapi yang dilepas di hutan )
1. Generasi 1 (Bisnis Bibit)
diperlukan High Technology.
conton :
- Industri beras yang tahan terhadap hama Wereng. Biji beras harus dimutasikan. Dan biji beras ini hanya bisa ditanam 1-2 generasi saja.
- Kelapa hibrida yang tingginya 1-2 mete, merupakan hasil hibrid / perkawinan 2 genetika. Jenis kelapa ii anya bisa ditanam 1-2 generasi saja.
2. Generasi 2 ( Bisnis Budidaya)
diperlukan High Technology.
contoh :
- kentang, menggunakan teknologi tissue , 1 buah kentang bisa menjadi ratusan pohon
Dalam bisnis ini dapat berjualan : media budidaya, jasa pembudidayaan (mengurus hama), peralatan untuk panen.
3. Generasi 3 (Bisnis Teknologi Hasil Pertanian)
Produk dari generasi 2 diolah di bidang bisnis ini.
Dalam Business Plans harus terdapat
- Visi/misi
- Latar Belakang
- Deskripsi produk
- Rencana pemasaran
- Analisi saingan
- Analisis SWOT
- Operasi produksi
- Rencana keungan
- Timeline
- Ringkasan
Dalam membuat strategi bisnis kita harus memperhatikan :
- Where to go
- How to get there
- What market needs
- How much cost
- Greatest oppurtunity
- Memiliki track record yang baik
- Memiliki kemampuan untuk mengebalikan uang yang dipinjam,
- Memiliki kekuatan untuk bertahan
- Memiliki keteraturan dalam berbisnis
- Neraca (aset, hutang , profit)
Profit = pemasukan - biaya yang dikeluarkan
2. profit and cost ( laba dan rugi)
3. arus kas (cash flow)
yang menentukan sehatnya profit atau tidak. Jika sebuah perusahaan tdiak memiliki cash flow, maka perusahaan terseu tidak dapat membayar gaji karyawan , maka perusahaan tesebut akan bangkrut.
Untuk menjadi seorng wirausahawan yang hebat diperlukan :
- memiliki temuan yang hebat
- memiliki semangat yang pantang menyerah
- memiliki kemauan yang serius untuk menjadi seorang pengusaha
- mau menjadi orang yang kaya (harta)
Seorang penemu/ pencipta / inventor harus :
- memiliki daya saing yang baik
- memiliki jangkauan pasar ang luas
- memiliki tim yang hebat
- memiliki rencana pemasaran yang hebat
- memiliki exit strategy/ rencana backup bisa rencana utama gagal
Tuesday, October 27, 2015
PROSES PENGOLAHAN MAKANAN - 26 OKTOBER 2015
Di setiap perosesan makanan, tidak ada proses tunggal, tetapi melalui poses kombinasi.
Tujuan utama dari pemrosesan makanan :
Proses pembuatan tapioka ( 5 kg ubi akan jadi 1 kg tapioka)
Proses pembuatan kopi bubuk
Terdapat 2 jenis proses pengupasan biji kopi yaitu
di desa, biasanya biji kopi dijemur di jalanan dan dibirkan akan biji kopi terlindas mobil.
2. proses basah
TEH
dipetik -> difermentasi (lembab ) -> dikeringkan -> diiter ( menyebabkan daun tergulung)
beberapa jenis teh :
Tujuan utama dari pemrosesan makanan :
- agar memiliki nilai tmbah jika dikonsumsi
- memperpanjang daya simpan makanan
Proses pembuatan tapioka ( 5 kg ubi akan jadi 1 kg tapioka)
![]() |
| Bagan Pemrosesan Tapioka |
- ubi kayu dicuci dan dikupas, kulit ubi ditampung
- ubi diparut, ditambahkan air murni
- masuk ke alat EKSTRAKTOR (alat penyaring sentrifugal), ampas keluar dan dengan ampas dijadikan pakan ternak. Sari tapioka keluar dari alat EKSTRAKTOR
- sari tapioka masuk ke alat SEPARATOR, yang didalamnya terdapat nossle yang menyebabkan hanya larutan protein yang bisa lewat. Larutan protein dan karbohidrat dikeluarkan dan digunakan bersama air murni. Tapioka encer / tapioka bebas protein keluar dari alat SEPARATOR
- Tapioka encer / tapioka bebas protein masuk ke alat untuk mengentalkan. Disini air dikeluarkan dan digunakan berdama dengan air murni dan larutan protein +karbohidrat.
- setelah kental, tapioka kental masuk ke dalam oven dan akan dihadilkan tapioka. dalam proses evaporasi ini, dihasilkan uap air.
Langkah-langkah diatas merupakan proses pengolahan tepioka decara continue dan dilakukan di perusahaan. Tetapi pengolahan tapioka rumahan lebih diterima di pasaran , karena saat diolah menjadi kerupuk, tapioka rumahan akan lebih mengembang dibandingkan dengan tapioka pabrik. Tetapi saat diteliti, tapioka rumahan akan mengandung lebih banyak mikroba.
Proses pembuatan kopi bubuk
Terdapat 2 jenis proses pengupasan biji kopi yaitu
- proses kering
di desa, biasanya biji kopi dijemur di jalanan dan dibirkan akan biji kopi terlindas mobil.
2. proses basah
biji kopi direndam selama 1 hari - > biji kopi difermentasi ( ada mikroba yang berperan ) -> akan menimbulkan aroma yang khas.
jika menggunakan proses basah, harus diusahakan agar tingkat kematangan biji kopi rata.
Setelah biji kopi dikupas, selanjutkan akan digoreng. Untuk menghasilkan aroma tertentu, suhu dan waktu penggorengan harus diatur. Orang-orng Jepang sangat handal dalam menggoreng biji kopi dengan memainkan suhu dan waktu penggorengan. Mereka bisa mendapatkan aroma kopi yang berbeda-beda hanya dari 1 jenis kopi.
Setelah digoreng biji kopi akan ditumbuk/ dihaluskan.
di kampung , menggunakan lesung kayu -> lalu disaring. diayak
di kota , menggunakan blender / gilingan kopi
di idustri , menggunakan mesim industri/ mesin besar
pemanenan Biji Kopi
- dipetik
- disortir, menggunakan alat sortec / sortation electronic. yang mendeteksi warna biji kopi dengan menembakkan cahaya ke biji kopi.
- biji merah -> proses basah -> lebih mahal -> pemrosesan biji kopi harus benar-benar dikontrol
- biji hijau -> proses kering -> lebih murah
TEH
dipetik -> difermentasi (lembab ) -> dikeringkan -> diiter ( menyebabkan daun tergulung)
beberapa jenis teh :
- teh hitam : fermentasi penuh
- teh oolong : fermentasi setengah
- teh hijau : fermenatsi sebentar
Tuesday, October 20, 2015
Penyusunan Karya Tulis Ilmiah - 19 Oktrober 2015
JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang (info, sejarah, alasan)
2. Tujuan
3. Rumusan masalah
4. Hipotesis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1. Dasar teori
2. Metodologi
BAB III HASIL PENELITIAN / PROSES
BAB IV PEMBAHASAN (kualitatif)/ PERHITUNGAN (kuantitatif)
BAB V KESIMPULAN/SARAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang (info, sejarah, alasan)
2. Tujuan
3. Rumusan masalah
4. Hipotesis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1. Dasar teori
2. Metodologi
BAB III HASIL PENELITIAN / PROSES
BAB IV PEMBAHASAN (kualitatif)/ PERHITUNGAN (kuantitatif)
BAB V KESIMPULAN/SARAN
Sunday, October 11, 2015
Budidaya dan Pengembahan Buah Kepel (Permen)
Tanaman Buah Kepel memiliki banyak manfaat, mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Manfaat buat kepel yang menonjol adalah dapat mengharumkan hasil ekskresi bagi yang mengonsumsinya. Daunnya memiliki bahan antioksidan yang sangat bermanfaat. Sementara batangnya yang kuat dapat digunakan sebagai perabot rumah.
Video : https://youtu.be/0InXoSU8MOY
Video : https://youtu.be/0InXoSU8MOY
Pengembangan Pangan Lokal - Risoles
Risoles adalah salah satu jajanan khas Indonesia yang dapat dengan mudah ditemui di mana saja. Risoles merupakan kue basah yang umumnya berisi daging cincang dan potongan sayuran, dibungkus dengan adonan tepung dadar, kemudian dilapisi tepung panir dengan kocokan telur dan digoreng. Selain digoreng, risoles juga dapat dipanggang dengan oven.
Isi risoles saat ini sudah sangat banyak ragamnya. Ada yang sederhana yaitu berisi cincangan daging dan potongan sayur seperti buncis dan wortel. Ada juga yang sudah mengikuti perkembangan zaman dan diisi dengan daging ham, potongan telur rebus, mayonaise, dan keju. Ada pula yang berisi ragout.
Video pengembangan pangan lokal - Risoles : https://www.youtube.com/watch?v=Xpp8A3l0u2U&feature=youtu.be
Monday, October 5, 2015
Pemisahan - Pertemuan Keenam- 5 Oktober 2015
Proses pengolahan makanan selalu disertai dengan proses
pemisahan. Contoh nya proses pemisahan alkohol dengan proses destilasi. Contoh lainnya
adalah pemisahan senyawa etris dari bunga dalam pembuatan parfum dengan proses
ekstraksi. Dalam pembuatan koi bubuk juga diterapkan proses ekstraksi.
Ekstraksi
adalah proses pemisahan zat padat dari zat cair atau zat padat dari zat padat. Dengan
pengetian lain ekstraksi adalah proses pemisahan komponen dari komponen lainnya
menggunakan zat pelarut (solvent). Proses
ekstraksi biasa dilakukan jika kedua zat memiliki daya larut / titik didih yang
berbeda cukup signifikan. Larutan garam dan gula dapat di ekstraksi, tetapi
harus menggunakan pelarut yang dapat melarutkan salah satu zat.
- Proses pembuatan parfum
Proses pemanasan sari bunga dan air akan menguapkan
senyawa aromatis atau senyawa etris pada sari bunga. Senyawa ini memang mudah
menguap dibandingkan dengan air yang menguap pada suhu 100 °C. Lalu uap senyawa
etris tersebut masuk ke dalam pipa pendingin dan akan meneteskan senyawa etris
murni.
- Proses pembuatan kopi instan
- Proses ekstraksi = Diawali dengan proses pemanasan campuran kopi dan air, campuran tersebut akan menguap.
- Proses filtrasi = Proses penyaringan ampas kopi, akan menghasilkan pelarut + kafein
- Proses evaporasi = Selanjutnya campuran pelarut + kafein akan disemprotkan masuk ke dalam ruang vakum. Karena tekanan dalam ruang vakum rendah, maka titik didih suatu larutan juga rendah. Maka air menguap dan ditarik keluar dari ruang vakum, dihasilkanlah kristal2 kopi bubuk.
Aroma
kopi bergantung pada suhu penggorengan biji kopi serta lama waktu penggorengan
biji kopi.
Cara pemisahan zat padat dari zat padat :
- Disaring / diayak
- Dirimbang = cara memisahkan beras dari batu, dengan diberikan air dan wadah dimiring-miringkan dan benda yang berat akan tertinggal
- Ditampi
- Dipilah-pilah
- Diinter = diputar-putar
- Dilarutkan = pemisahan gula dan batu, diberi air agar gula larut.
Jika ingin memisahkan 2
jenis cairan yang berbeda bisa dilakukan dengan cara diestraksi lalu
didinginkan di pipa pendingin. Tetapi jika hendak memisahkan 7 jenis cairan seperti
hal nya minyak bumi, harus di refraksi terlebih dahulu lalu dipisahkan ke
beberapa fraksi.
Terdapat beberapa daerah penghasil
biji kopi yaitu Vietnam, Kolombia, Indonesia, Hawaii dan daerah lainnya. Di Kolombia,
penanaman biji kopi dilakukan secara organic, dengan tidak menggunakan
pestisida dan pupuk kimia. Peran cacing tanah sangat mendukung kesuburan tanah.
Biji kopi dipanen dengan cara handpicking,
lalu dimasukkan ke alat pengupas, biji kopi dicuci setelah itu dengan tangan
dipisahkan biji kopi yang tidak terkupas. Lalu biji kopi dikeringkan dijemur
dibawah sinar matahari selama 7 – 13 hari.
Cara pengetesan kualitas
kopi adalah dengan di coba oleh ahli kopi. Pertama mencium aroma dari kopi
bubuk. Setelah itu ditambahkan air panas, tunggu sekitar 4 menit, ampas yang naik
ke permukaan dibuang. Kopi dicoba dengan cara disruput agar kopi melewati
lidah.
Di perusahaan Starbucks, untuk
mendapatkan produk kopi yang enak, mereka mencampurkan beberapa jenis kopi. Kopi
yang baik harus di bungkus dengan vakum, agar aroma kopi tetap terjaga.
Kopi mengandung antioksidan
yaitu polifenol dan mengandung kafein. Kafein dapat merangsang jantung untuk
lebih terpacu. Menyebabkan efek terjaga. Konsumsi kafein berlebihan dapat
menyebabkan serangan jantung.
Dalam decaffeine coffee, kafein yang terdapat dalam kopi dihilangkan. Kandungan
lainnya dalam kopi tetap ada. Jenis kopi
ini lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.
Subscribe to:
Comments (Atom)

