Sunday, September 13, 2015

Pertemuan Ketiga - 7 September 2015


Pertama-tama saya menyaksikan video kegiatan lomba baris berbaris yang sangat luarbiasa. Dari video tersebut memberikan makna jika kita berlatih dengan tekun,giat dan disiplin, segala hal yang sulit pasti bisa dilakukan.
Lalu saya menyaksikan video tentang bagaimana cara pemerahan susu sapi yang baik dan benar. Untuk menghindarkan sapi dari rasa stress, maka proses pemerahan sapi harus dilakukan dalam 2 jam dalam sehari. Jika sapi stress, produksi enzim oksitosin akan terhambat. Enzim oksitosin adalah enzim yang merangsang produksi susu pada sapi. Setiap petugas pemerah sapi harus mencuci tangan dengan bersih lalu menggunkan sarung tangan sintetis (gloves). Pastikan bahwa tubuh sapi bersih, terutama bagian puting susunya.
Pertama, dilakukan proses forestrip yang dilakukan secara manual dengan jari untuk mengeluarkan cairan yang bukan susu murni (seperti campuran dengan susu dan air). Proses forestrip dilakukan selama 10-20 sekon. Dilanjutkan dengan proses pre dip, yaitu mencelupkan puting susu sapi kedalam cairan antiseptik untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada puting susu sapi. Tunggu 30 sekon agar kering. Dilanjutkan dengan proses pengeringan puting susu sapi dengan handuk, jangan menggunakan handuk yang sama untuk dua sapi yang berbeda. Setelah itu, pasang alat pemerah pada sapi selama 1 jam 15 menit. Setelah selesai lepas alat pemerah. Jangan terlalu lama memasang alat pemerah, hal tersebut dapat menimbulkan stress untuk si sapi. Dan saat melepaskan alat perah harus dilepaskan secara vakum, jadi hasil susu yang sudah diperah tidak terkontaminasi udara luar.
 Terakhir adalah proses post dip yaitu mencelupkan puting susu sapi ke dalam cairan antiseptik. Dan proses pemerahan sapi selesai. Dengan menggunakan alat pemerah, akan menghindarkan sapi dari luka pada puting susu yang disebabkan oleh enzim mastitis. Enzim mastitis adalah enzim yang ada di tangan pemerah, yang dapat menyebabkan luka atau koreng pada puting susu sapi.
Pola komsumsi masyarakat senantiasa berubah disebabkan oleh beberapa hal. Hal-hal tersebut adalah kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi, sosial ekonomi, budaya dan tradisi, persepsi individu dan media massa iklan.
Selanjutnya Pak Kuhon membahas tentang bahan pangan. Sebuah bahan pangan mengandung air, zat gizi dan mineral vitamin. Jumlah kandungan air dalm bahan pangan berbeda-beda. Air dalam bahan pangan berpengaruh pada kelenturan dan tekstur makanan, juga berpengaruh dalam peluang pembusukan. Untuk mencegah pembusukkan, kadar air dalam bahan pangan harus diturunkan. Cara-cara untuk menurunkan kadar air dalam bahan pangan antara lain adalah dibuat menjadi asinan, dikeringkan ( contoh : ikan asin), dibuat menjadi manisan (contoh : manisan mangga) dan diberikan pengawet.
Zat gizi terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Karbohidrat berfungsi untuk penghasil tenaga. Protein berfungsi untuk pembangun sel. Reaksi kimia dalam protein umumnya tidak bisa dikembalikan ke wujud semula, hal ini disebut denaturasi. Contoh denaturasi adalah perebusan telur, pembuatan keju dari susu, pembuatan acar ketimun dan masih banyak lagi. Lemak berfungsi untuk penghasil tenaga. Pertama tubuh akan membakar karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh untuk dijadikan sumber tenaga. Saat berolahraga, lemak akan dibakar untuk dijadikan sumber tenaga.

No comments:

Post a Comment