Pertama-tama saya
menyaksikan video kegiatan lomba baris berbaris yang sangat luarbiasa. Dari
video tersebut memberikan makna jika kita berlatih dengan tekun,giat dan
disiplin, segala hal yang sulit pasti bisa dilakukan.
Lalu saya
menyaksikan video tentang bagaimana cara pemerahan susu sapi yang baik dan
benar. Untuk menghindarkan sapi dari rasa stress, maka proses pemerahan sapi
harus dilakukan dalam 2 jam dalam sehari. Jika sapi stress, produksi enzim
oksitosin akan terhambat. Enzim oksitosin adalah enzim yang merangsang produksi
susu pada sapi. Setiap petugas pemerah sapi harus mencuci tangan dengan bersih
lalu menggunkan sarung tangan sintetis (gloves). Pastikan bahwa tubuh sapi
bersih, terutama bagian puting susunya.
Pertama,
dilakukan proses forestrip yang dilakukan secara manual dengan jari untuk mengeluarkan cairan
yang bukan susu murni (seperti campuran dengan susu dan air). Proses forestrip dilakukan
selama 10-20 sekon. Dilanjutkan dengan proses pre dip, yaitu mencelupkan puting
susu sapi kedalam cairan antiseptik untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat
pada puting susu sapi. Tunggu 30 sekon agar kering. Dilanjutkan dengan proses
pengeringan puting susu sapi dengan handuk, jangan menggunakan handuk yang sama
untuk dua sapi yang berbeda. Setelah itu, pasang alat pemerah pada sapi selama
1 jam 15 menit. Setelah selesai lepas alat pemerah. Jangan terlalu lama
memasang alat pemerah, hal tersebut dapat menimbulkan stress untuk si sapi. Dan
saat melepaskan alat perah harus dilepaskan secara vakum, jadi hasil susu yang
sudah diperah tidak terkontaminasi udara luar.
Terakhir adalah proses post dip yaitu
mencelupkan puting susu sapi ke dalam cairan antiseptik. Dan proses pemerahan
sapi selesai. Dengan menggunakan alat pemerah, akan menghindarkan sapi dari
luka pada puting susu yang disebabkan oleh enzim mastitis. Enzim mastitis
adalah enzim yang ada di tangan pemerah, yang dapat menyebabkan luka atau
koreng pada puting susu sapi.
Pola komsumsi
masyarakat senantiasa berubah disebabkan oleh beberapa hal. Hal-hal tersebut
adalah kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi, sosial ekonomi, budaya dan
tradisi, persepsi individu dan media massa iklan.
Selanjutnya Pak Kuhon membahas tentang bahan pangan. Sebuah bahan
pangan mengandung air, zat gizi dan mineral vitamin. Jumlah kandungan air dalm bahan pangan berbeda-beda. Air dalam bahan pangan
berpengaruh pada kelenturan dan tekstur makanan, juga berpengaruh dalam peluang
pembusukan. Untuk mencegah pembusukkan, kadar air dalam bahan pangan harus
diturunkan. Cara-cara untuk menurunkan kadar air dalam bahan pangan antara lain
adalah dibuat menjadi asinan, dikeringkan ( contoh : ikan asin), dibuat menjadi
manisan (contoh : manisan mangga) dan diberikan pengawet.
Zat gizi terdiri
dari karbohidrat, protein dan lemak. Karbohidrat berfungsi untuk penghasil
tenaga. Protein berfungsi untuk pembangun sel. Reaksi kimia dalam protein
umumnya tidak bisa dikembalikan ke wujud semula, hal ini disebut denaturasi. Contoh
denaturasi adalah perebusan telur, pembuatan keju dari susu, pembuatan acar
ketimun dan masih banyak lagi. Lemak berfungsi untuk penghasil tenaga. Pertama tubuh akan membakar
karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh untuk dijadikan sumber tenaga. Saat berolahraga,
lemak akan dibakar untuk dijadikan sumber tenaga.
No comments:
Post a Comment