Analisis
pangan diartikan sebagai upaya penguraian dan pengukuran kandngan zat gizi
didalam bahan pangan. Hal tersebut dapat digunakan untuk pengembangan riset
yang lebih baru dan maju, untuk mengetahui komposisi zat gizi bahan pangan,
untuk mengetahui mutu bahan pangan. Pemerintah mewajibkan para produsen makanan
untuk melakukan analisa pangan, guna untuk mengetahui komposisi zat gizi apa
saja yang terkandung dalam suatu produk makanan.
Terdapat
tiga jenis proses analisa pangan, yaitu analisis fisika, analisis kimiawi dan
analisis sensori. Analisis fisika dilakukan untuk mengetahui tekstur suatu
bahan pangan. Analisis kimiawi dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak unsur
kimiawi tertentu yang terdapat pada sebah bahan pangan. Analisis sensori adalah
analisis yang menggunakan indera perasa manusia.
Cara
untuk melakukan analisa pangan terdapat tiga jeni. Yaitu cara modern, lama dan
non destruktif. Cara non destruktif digunakan jika bahan yang diteliti tidak
mau dirusak atau hendak digunakan kembali. Cara non destruktid dilakukan dengan
cara menempelkan bahan yang akan diteliti pada sebuah alat. Alat yang digunakan
harus sering di kalibrasi. Hasil dari analisa pangan non destruktif tidak
teliti.
Uji kadar alkohol
dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah menghitung kadar alkohol
menggunakan mesin.
1. Alkohol
dipanaskan sampai dengan suhu 70°C (tidak boleh dipanaskan lebih dari 70°C,
atau air akan ikut menguap)
2. Uap
alkohol masuk ke dalam pipa pendingin
3. Didapatkan
lah sulingan alkohol murni.
4 
Cara kedua untuk
mengetahui kadar alkohol adalah dengan mengandalkan seseorang yang ahli dalam
mencicipi alkohol. Tetapi hasil nya pasti tidak akurat.
Uji
tembakau bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, mengandalkan seseorang yang
ahli dalam mencium aroma tembakau dan dapat menentukan kadar dalam tembakau. Tetapi
cara ini akan menghasilkan hasil yang tidak akurat. Kedua, memeriksa kadar
tembakau menggunakan alat, hasil yang didapatkan akan lebih akurat.
Pemilihan cara
untuk menganalisis pangan didasarkan oleh beberapa hal, yaitu :
a.
Seberapa besar tingkat ketelitian yang
diinginkan?
b.
Apakah bahan tersebut hendak digunkana kembali? Apakah
bahan tersebut akan dirusak atau tidak?
c.
Berapa biaya yang akan dikeluarkan?
d.
Berapa waktu yang dimiliki untuk melakukan analisis
pangan ? seberapa cepat kah sesorang ingin mendapatkan hasil dari analisis
pangan?
e.
Apakah analisis pangan tersebut dihubungkan
dengan instrument lain (computer)?
f.
Apakah peraturan yang berlaku? Contoh :
sertifikasi halal harus berasal dari Majelis Ulama Islam (MUI)
Terdapat beberapa
cara untuk menganalisis jumlah mikroba, antara lain adalah :
a.
Kultur mikroba : tetesan mikroba yang diencerkan
lalu diteteskan pada media agar tempat mikroba berkembang biak. Maka akan
diketahui perbandingan jumlah mikroba setelah diencerkan dan sebelum
diencerkan.
b.
Mikroskop : dengan menghitung luasan.
c.
MPN (Most Probable Number) : suatu metode
perhitungan mikroorganisme berdasarkan data kualitatif hasil pertumbuhan
mikroorganisme pada medium cair spesifik dalam seri tabung untuk meperoleh
kisaran data kuantitatif jumlah mikroorganisme tersebut.
Analisis
bahan pangan dilakukan untuk mengetahui kandungan karbohidrat, lemak, protein
dalam bahan pangan. Analisis protein bisa dilakukan dengan cara :
a.
Cara kjeldahl : protein diancurkan dengan
menggunakan asam / basa kuat. Dengan mengetahui jumlah amonium yang lepas,
dapat dihitung kadar protein.
b.
Cara lowry : Metode Lowry merupakan pengembangan
dari metode Biuret. Keuntungan metode Lowry adalah lebih sensitif (100 kali)
daripada metode Biuret sehingga memerlukan sampel protein yang lebih sedikit.
Analisis lemak
bisa dilakukan dengn cara :
a.
Mereaksikan lemak dengan basa sehingga terbentuk sabun. Reaksi
ini disebut salfonifikasi. Dengan mengetahui massa sabun, maka bisa ditaksir
berapa kadar lemak.
b.
Ekstraksi solvent : yang
paling sering digunakan untuk isolasi
lemak dan menentukan kandungan lemak dalam makanan.
Analisa kadar
air
Dilakukan dengan
cara menguapkan air yang dikandung oleh sebuah bahan pangan.
Analisa kadar
abu
Bahan pangan
dibakar hingga habis, dan ditimbang massa abu nya.
Analisis karbohidat
bisa dihitung dengan cara menghitung massa selain lemak, protein, air dan abu.
Terdapat dua jenis proses produksi pangan, proses continue dan proses discontinue. Contoh proses continue :
a.
Pembuatan minyak goreng dari koprah (kelapa
kering)
b.
Pembuatan mie instan.
c.
Pemerahan susu sapi dengan autorotor.
Menggunakan
autrorotor dapat menampung 60 sapi dan hanya membutuhkan dua orang pekerja. Mesin
autorotor biasanya ditempatkan di ruangan ber ac, tujuannya adalah untuk mencegah
sapi dari rasa stress. Sapi akan masuk
ke dalam bagian autorotor yang ada, sapi dibersihkan lalu dipasang alat pemerah
susu. Autorotor akan terus berputar, ada sapi yang akan masuk dan keluar. Pada bagian
akhir, terdapat sebuah alat untuk memundurkan si sapi keluar dari autorotor
dengan aman. Agar tidak terjepit atau menimbulkan cacat pada si sapi.
Contoh proses
discontinue :
a.
Pembuatan minyak goreng dari santan.
b.
Penggorenan telur.
Perusahaan penerbangan Emirates harus memproduksi makanan untuk para
penumpang pesawatnya. Perusahaan penerbangan Emirates memproduksi 38 juta porsi
makanan / tahun, 100 ribu porsi makanan/hari. Untuk memproduksi makanan
sebanyak itu dipekerjakan 450 juru masak. Dalam memproduksi porsi makanan yang
sangat bayak ini, harus diperhatikan bagaimana caranya agar makanan tersebut
memiliki kualitas yang baik saat disantap oleh penumpang pesawat. Makanan
tersebut harus segar dan tidak boleh basi. Perlengkapan makan juga harus bersih
dan steril. Proses pencucian alat-alat makan harus sangat diperhatikan.
Waduuuh,
ReplyDeleteapa maksudnya 'dipekerjekan 450 juru masak'?